Jumat, 29 November 2013

PARM2S 2013 Edisi Karantina (Part 2) . . . .

Udah kira-kira berapa lama ya ya aku belum menuliskan kisah lanjutan “perjuangan” para panitia serta para Finalis PARM2S dalam mengarungi masa karantina jelang acara grandfinal PARM2S. Sebenarnya aku lagi nggak mood menulis, tapi berhubung pekerjaan yang lain juga bikin boring, lebih baik aku menulis saja, ckckck.

Masih di hari Jum’at, 8 November 2013
Oke, kemaren aku sudah menulis cerita bagaimaan sesi pemotretan para finalis PARM2S yang dilaksanakan di kawasan Taman Kota di pusat kota Kotabaru (meskipun panitianya juga ada yang ikutan eksis minta dipotret, gkgkgk). Sesi yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam itu akhirnya kelar. Aku pun segera memesan “transportasi” (?) untuk membawa para finalis ke hotel tempat mereka menginap. Tak lama, 3 buah taksi sudah mangkal di depan taman. Para finalis pun langsung masuk ke dalam alat transportasi itu untuk menuju ke hotel. Aku sendiri langsung cabut menggunakan sepeda motor. Sesampainya di hotel, para finalis langsung menuju lobby lantai dua untuk mendapatkan pengarahan mengenai pembagian kamar. Mereka sekarang mendapatkan jam istirahat sekitar kurang lebih satu jam sebelum menuju acara selanjutnya (shalat jum’at buat yang cowok).


Suasana briefing pembagian kamar.....

Aku sendiri, sampai di hotel langsung duduk tepar di sofa lobby. Lebih seperti orang yang habis jalan kaki 10 km di tengah gurun pasir. Tak lama, para panitia yang lain juga ikutan tepar. Jadilah kami jadi mirip para pengelana padang pasir kehabisan bahan makanan yang baru saja sampai di tengah-tengah oasis.


Tepaaaaaaarrrrr. . .

Acara di sesi siang hari kurang begitu menarik perhatianku. Karena setelah shalat jum’at, aku cuman berada di dalam kamar panitia beserta yang lain (makan dan tiduran). Sementara para finalis sedang berada di salah satu ruangan hotel, melaksanakan sesi pemberian materi yang diberikan oleh salah satu juri grandfinal yang akan berlangsung esok harinya. Yang lebih menarik justru terjadi pada malam harinya, hehehee.

 Suasana di kamar panitia saat istirahat.....

Malam hari masih di hari Jum’at 8 November 2013

Dinner time, makan makan. Malam harinya acara dinner di salah satu restoran yang cukup ternama di Kotabaru. Seperti biasanya, tugasku yang pertama adalah memanggil paman-paman taksi yang udah kupesan pagi tadi (sebelumnya aku sudah membuat perjanjian dengan mereka untuk membawa para finalis, dengan bayaran yang pantas tentunya). Pendek kata, para finalis langsung “diangkut” (emangnya barang) menuju restoran yang telah dimaksud, dan aku sendiri tetap dengan sepeda motor yang selalu menemaniku (emangnya pacar).   

Sesampainya di restoran, kuakui aku sempat bingung ke mana tempat makan yang sudah kami pesan, dan tak sengaja aku kesasar ke kamar mandi (dasar bodoh). Well, setelah selamat dari bahaya kesasar di dalam restoran (takutnya aku dikira pelayan yang terlambat datang) aku berhasil sampai ke spot yang sudah kami pesan (yang ternyata ada di lantai 3, dan tadi aku kesasar di lantai 2). Well, tanpa panjang lebar, waktunya makaaaaaaannnnnn. . . Sikaaaaaaaattttttttt.......

Peserta yang lebih dulu menuju ke prasmanan, mereka pun dengan "gemulai"-nya (nggak cewek nggak cowok dua-duanya gemulai banget) mengambil makanan yang mereka inginkan. Menunya memang menggugah selera, berbagai macam makanan lezat ada di situ (aku sengaja nggak sebutin makanannya karena takut yang membaca bakal ngiler (?)). Setelah para peserta selesai semua, giliran kami para panitia yang dari tadi sudah kebelet pengen makan menyerbu prasmanan. Well, acara makan-makan pun dimulai. . .

 Ayo neng jangan malu-malu. . . .

 Habisssssssss. . . . 

 Mari makan. . . 

 Abang Cipto dengan lahapnya ........

Panitia tetep eksis meskipun lagi nunggu makanan

Selesai acara dinner, peserta kembali diangkut menuju hotel. Sebetulnya waktu keluar dari rumah makan, untuk kedua kalinya aku kesasar dan kebingungan mencari pintu keluar dan kembali kesasar ke ruangan WC (konyol). 

Pendek kata, sampai di hotel. Sesuai tugas dan arahan dari bang Cipto, aku langsung mengangkut laptop, sound system dan perlengkapan lainya ke aula yang berada di lantai 3 hotel, karena jadwal berikutnya adalah acara penilaian bakat finali PARM2S 2013. Sayangnya aku tidak mendapatkan dokumentasi dari acara ini. Jadi aku tidak akan menulisnya.

Selesai acara penilaian bakat, peserta pun langsung disuruh untuk istirahat. Aku pun langsung pulang ke rumah karena tidak ikut menginap di hotel.......

Bersambung. . . To be continued. . .

Minggu, 17 November 2013

PARM2S 2013. . . Edisi Karantina (part 1)

Jum'at hingga Sabtu, 8 hingga 9 November 2013. . . 3 hari itu kupastikan bakalan menjadi hari yang paling melelahkan bagiku, dan bagi mereka semua, panitia PARM2S 2013 (meskipun kuakui mereka yang paling lelah dalam urusan ini). 2 hari itu adalah hari masa karantina dan persiapan grand final pelaksanaan Pemilihan Anak dan Remaja Muslim Muslimah Saijaan (PARM2S) 2013 yang dilaksanakan oleh Pemuda dan Remaja Islam Masjid Agung (PRIMA) Husnul Khatimah Kotabaru. Let's check it out bagaimana ramenya kegiatan ini .

Jum'at, 8 Noveber 2013
Malam sebelumnya aku sudah diberi titah (alay banget kata-katanya) oleh orang yang paling bertanggung jawab akan kelangsungan acara ini, Kak Cipto (nama aslinya adalah Fathur Rahman, entah kenapa panggilannya Cipto) untuk pagi-pagi (tepatnya jam 7) sudah ada di Hotel Kartika untuk mengabsensi kehadiran para finalis yang akan menjalani kegiatan karantina. Paginya, jam 6.55 (hampir saja aku telat) aku sudah ada di tempat yang ditentukan, Hotel Kartika, hotel yang terletak di depan jalan besar yang sepintas lebih terlihat seperti sebuah gedung perkantoran. Sampai di halaman hotel, ternyata setidaknya sudah ada 3 finalis yang sudah duduk manis di depan pintu lobby hotel (cepat juga mereka, mengingat mereka disuruh untuk hadir paling lambat jam 8). Aku pun measuk ke lobby hotel lantai bawah dan mempersiakan daftar hadir, lalu meminta finalis yang sudah hadir untuk menandatangani daftar hadir yang sudah kusiapkan.

Para finalis yang sudah hadir pagi-pagi buta
(meskipun lebih terlihat seperti grup boyband)

Pukul 08.10 menit. Para finalis sudah hadir yang semuanya berjumlah 35 orang (sebenarnya 36 orang, namun 1 orang belum sempat karena masih berada dalam perjalanan) sudah hadir dan menandatangani daftar hadir. Mereka pun dibawa ke taman kota (meskipun sebenarnya kuanggap itu bukan taman) dengan dibawa oleh 3 buah taksi (di sini disebutnya taksi padahal sebenarnya itu cuman angkot) untuk menjalani sesi pemotretan.

Matahari mulai meninggi, artinya cuaca semakin panas, para finalis bersiap melaksanakan acara pemotretan di taman kota. Aku, Kak Cipto, dan 2 orang fotografer Budi dan Suri (oh ya mereka fotografer?) mulai memberikan pengarahan mengenai acara pemotretan yang akan berlangsung, yang dimulai dari SD, berlanjut ke SMP, dan akhirnya SMA, silakan dilihat dokumentasi acara pemotretan tersebut.

Persiapan

It's Me (numpang eksis dulu)

Budi sang fotografer (oh ya?)


 Salah satu peserta tingkat SD cewek


 Salah satu peserta tingkat SMP cewek


Salah satu peserta tingkat SMA cewek


 Salah satu peserta tingkat SD cowok


 Salah satu peserta tingkat SMP cowok


Salah satu peserta tingkat SMA cowok


 Finalis SD


 Finalis SMP


Finalis SMA

Selain dari para finalis yang eksis di depan kamera, para panitianya pun tidak kalah eksis . . . Ini dia . . . 

 Abang Cipto, yang jadi ketua


 Nona Novi, yang tukang atur


Nona Dian, yang jadi sekretaris

Well, selama kurang lebih 2 jam berada di bawah terik matahari, sesi pemotretan akhirnya selesai juga. Saatnya kembali ke hotel melaksanakan pembagian kamar dan rehat sebentar untuk persiapan acara selanjutnya . . .

Bersambung . . . To be Continued . . .